AS Tangkap 150 Pelaku Kekerasan Seksual dalam Operasi Dirtbag
- account_circle Farrel Aditya
- calendar_month Sab, 15 Nov 2025

menalar.id,- Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) menangkap sekitar 150 imigran yang terbukti melakukan tindak kekerasan seksual di Florida, Amerika Serikat.
Aksi tersebut merupakan bagian dari operasi masif yang dikenal sebagai Operasi Dirtbag. Operasi Dirtbag merupakan operasi penegakan hukum resmi yang menargetkan imigran ilegal, terkhususnya negara bagian Florida, Amerika Serikat.
Mengutip RT News, DHS menjelaskan serangkaian penggerebekan Operasi Dirtbag. DHS telah menangkap lebih dari 230 imigran ilegal yang melakukan tindak kriminal.
“Beberapa dakwaan termasuk penyerangan seksual, penganiayaan, dan percobaan pembunuhan,” ucap Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dalam sebuah pernyataan, pada Kamis (13/11/2025).
“Anak-anak kita akan lebih aman. Kemitraan dengan Gubernur Ron DeSantis dan Florida ini merupakan model yang ingin kami tiru di seluruh negeri,” tambahnya.
Berdasarkan data DHS, para pelaku kejahatan seksual akan mendapatkan deportasi, di antaranya warga negara Kuba, Venezuela, dan Ukraina.
Di sisi lain, Gubernur Florida Ron DeSantis menjelaskan bahwa operasi penangkapan tersebut berlangsung selama 10 hari.
“Orang-orang ini, di bawah pemerintahan Biden, diizinkan untuk bebas berkeliaran tanpa ancaman deportasi yang serius. Zaman telah berubah,” jelasnya, pada Jumat (14/11/2025).
Setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari, Presiden AS Donald Trump memulai tindakan keras terhadap imigrasi ilegal. Ia berjanji untuk melaksanakan deportasi terbesar dalam sejarah AS.
Presiden dan Partai Republik menuduh pendahulunya, Joe Biden, menerapkan kebijakan perbatasan terbuka. Tindakan tersebut memungkinkan penjahat kekerasan memasuki negara dan bersembunyi dari penegak hukum.
Trump telah menugaskan agen federal bersenjata lengkap untuk melakukan penggerebekan imigrasi. Beberapa di antaranya terpublikasi secara luas di media sosial. Hal tersebut memicu protes dan kerusuhan di luar pusat-pusat penahanan.
Partai Demokrat AS menuduh Trump melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan menargetkan imigran tanpa riwayat kekerasan.
Penulis Farrel Aditya
Seorang pemuda dengan minat terhadap banyak hal dan penuh pertanyaan dalam benaknya. Berharap mampu memberikan dampak positif melalui tulisannya.
