BRIN Minta Maaf Usai Kontroversi Poster Burung Garuda
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month 1 jam yang lalu

menalar.id., – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengucapkan permohonan maaf usai poster peringatan Hari Lahir Pancasila yang diunggah terbukti hasil kecerdasan buatan (AI). Pasalnya, desain AI tersebut keliru menampilkam burung garuda, seperti jumlah bulu ekor burung garuda yang pada awalnya 8 helai menjadi 7 helai.
“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” tulis BRIN dalam akun Instagram resmi @brin_indonesia, Senin (1/6/2026).
BRIN berkomitmen ke depannya akan lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan suatu konten. Apalagi jika konten tersebut berisi ideologi-ideologi negara.
“Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki,” imbuh BRIN.
Di sisi lain, BRIN turut mengucapkan terima kasih atas masukan dan kontrol dari masyarakat.
“Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN,” pungkas BRIN.
Unggahan konten BRIN yang memuat gambar Garuda menuai sorotan warganet. Publik mengkritik desain tersebut tak sesuai pakem lambang negara.
Salah satu sorotan adalah jumlah bulu burung Garuda. Jumlah bulu pada sayap tidak berjumlah 17 helai, bulu pada ekor tidak 8 helai, kemudian pada leher tidak 45 helai.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
