Liburan Berujung Duka, Bocah WNI Tewas Ditabrak Mobil di Singapura
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month 3 jam yang lalu

menalar.id,. – Dua warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Chinatown, Singapura, pada Jumat (6/2/2026). Seorang warga negara India menabrak keduanyan saat mereka berjalan di area wisata tersebut.
Adapun kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.50 waktu setempat di South Bridge Road. Daerah tersebut dekat Buddha Tooth Relic Temple yang menjadi salah satu destinasi wisata populer di kawasan Chinatown, melansir dari Harian The Straits Times.
Kepolisian Singapura menerima laporan kecelakaan yang melibatkan satu unit mobil dan dua orang pejalan kaki. Polisi mengidentifikasi kedua korban tersebut merupakan ibu berusia 31 tahun dan anaknya yang berusia enam tahun.
Kronologi Kejadian
Keduanya merupakan WNI yang tengah berlibur di Singapura. Menurut saksi mata yang berjalan tepat di belakang korban mengungkapkan mobil tersebut keluar dari area parkir di samping kuil dan langsung menabrak ibu dan anak itu.
“Saya pejalan kaki pertama di belakang seorang ibu dan anaknya. Pengemudi terlihat hanya menoleh ke kiri saat berbelok ke kanan,” ucapnya di laman Facebook SG Road Vigilante.
Saksi tersebut juga mengatakan mobil melaju secara tiba-tiba hingga roda belakangnya melindas tubuh sang ibu. Karena hal itu, warga sekitar segera memberikan pertolongan dengan melindungi korban menggunakan payung sambil menunggu ambulans datang.
Petugas medis membawa ibu dan anak itu ke rumah sakit dalam kondisi masih sadar. Namun, anak korban akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka parah. Sementara itu, sang ibu hingga kini masih menjalani perawatan medis.
Singapore Civil Defence Force memastikan petugas membawa kedua korban ke Singapore General Hospital usai kejadian. Kemudian, kepolisian Singapura mengumumkan telah menangkap pengemudi mobil tersebut, Minggu (8/2/2026).
Polisi Singapura Menengkap Pelaku
Polisi pun menetapkan pelaku yang merupakan perempuan berusia 38 tahun itu sebagai tersangka atas dugaan mengemudi tanpa pertimbangan wajar hingga menyebabkan kematian.
Sementara itu, otoritas Singapura menyadari kasus kecelakaan di negaranya tengah naik drastis. Mereka mencatat sepanjang Januari hingga September 2025, jumlah kecelakaan yang menimbulkan korban luka dan meninggal dunia meningkat 7,4% menjadi 5.765 kasus. Hal ini berbeda dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencatat 5.368 kasus.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
