Siapa Delcy Rodrigue? Pengganti Maduro yang Kini Dibidik Trump
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026

menalar.id., – Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez kini mengambil alih kepemimpinan negara sebagai pemimpin interim setelah Amerika Serikat (AS) menangkap dan menahan Presiden Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026). Pengambilalihan ini menempatkan Rodriguez sebagai tokoh berpengaruh dalam transisi kekuasaan Venezuela di tengah tekanan internasional yang meningkat.
Publik mengenal Rodriguez Lewatretorika anti-imperialis yang keras. Sikap itu membuat Maduro menjulukinya sebagai “si harimau betina”.
Juluran Rodriguez
Julukan tersebut turut mencerminkan posisinya sebagai loyalis garis keras sekaligus pembela utama kebijakan Maduro. Kini, Rodriguez muncul sebagai ancaman baru bagi Presiden AS Donald Trump usai tumbangnya Maduro.
Pemerintah AS menilai Rodriguez tidak mudah tunduk pada kepentingan Washington. Terlebih setelah Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menguasai Venezuela dan mengambil alih cadangan minyak negara tersebut.
Trump bahkan melontarkan ancaman langsung kepada Rodriguez. Ia memperingatkan bahwa nasib Rodriguez bisa lebih buruk dibandingkan Maduro apabila tidak bertindak sesuai kepentingan Amerika Serikat.
“Jika [Delcy Rodriguez] tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat besar, mungkin lebih besar daripada Maduro,” kata Trump dalam wawancaranya dengan majalah The Atlantic, Senin (6/1/2026) melansir Al Jazeera.
Sebagai pembela setia Maduro, Rodriguez berusaha memosisikan diri sebagai figur netral yang mampu mengendalikan transisi politik Venezuela. Ia menampilkan kepemimpinan yang tegas.
Mengenal Rodriguez
Sebagai informasi, Rodriguez berusia 56 tahun dan berlatar belakang sebagai pengacara. Ia telah lama berkiprah di lingkar kekuasaan Venezuela, baik di era Maduro maupun di masa pemerintahan Hugo Chavez.
Dalam perjalanannya, ia pernah menjabat menteri luar negeri dan mengisi berbagai posisi strategis negara. Sejak 2018, Rodriguez menjabat sebagai wakil presiden.
Pada 2024, ia juga merangkap jabatan sebagai menteri hidrokarbon, posisi krusial mengingat perekonomian Venezuela sangat bergantung pada ekspor minyak.
Venezuela tercatat memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan pemulihan akses terhadap kekayaan energi tersebut menjadi tujuan utama tekanan politik dan operasi AS di kawasan Amerika Latin.
“Ia (Rodriguez) kemungkinan adalah salah satu orang paling dipercaya Maduro selama bertahun-tahun,” kata analis politik Pedro Benitez dari Universitas Pusat Venezuela, melansir AFP.
Maduro Satu-Satunya Presiden Venezuela
Beberapa jam setelah penangkapan Maduro, Rodriguez langsung menyatakan bahwa Maduro tetap merupakan “satu-satunya presiden” Venezuela. Ia menuntut pembebasan Maduro dan menegaskan kesiapan pemerintah Caracas untuk “membela” negara dari tekanan asing.
Mahkamah Agung Venezuela kemudian mengeluarkan keputusan yang memberikan kewenangan presiden sementara kepada Rodriguez. Keputusan itu menjadikannya perempuan pertama yang memegang jabatan tertinggi di Venezuela.
Militer Venezuela juga mengakui Rodriguez sebagai pemimpin sementara negara tersebut menyusul penangkapan Maduro oleh Amerika Serikat, Minggu (4/1/2026). Meski demikian, Rodriguez masih berada di bawah sanksi AS dan Uni Eropa atas dugaan merongrong demokrasi serta keterlibatan dalam pelanggaran hak asasi manusia.
Ilmuwan politik Benigno Alarcon menilai Rodriguez secara de facto telah memegang kendali kekuasaan. Meskipun belum menjalani pelantikan resmi.
“Itulah realitasnya… dialah yang tersisa memegang kendali-untuk saat ini,” paparnya.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
