Buntut Kebakaran Penjaringan, Pramono Targetkan 2 APAR Tiap RT
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month Sab, 20 Des 2025

menalar.id., – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan setiap rukun tetangga (RT) memiliki minimal dua Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah pencegahan kebakaran. Kebijakan ini menyusul akibat kebakaran yang terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara, hingga menewaskan lima orang.
Pemerintah daerah menilai ketersediaan APAR di lingkungan permukiman padat menjadi kebutuhan mendesak untuk merespons kebakaran sejak awal.
“Melalui Gerakan Masyarakat Punya APAR (Gempar) berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025, kami mendorong setiap rumah tangga dan RT/RW memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR),” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim, Sabtu (20/12/2025).
“Target kami adalah minimal 2 APAR per RT di kawasan padat, untuk respons awal yang cepat sebelum damkar tiba,” sambungnya.
Selain APAR, Pemprov setempat juga menyiapkan hidran mandiri di kawasan rawan kebakaran. Maka, pemerintah turut melatih relawan pemadam kebakaran di tingkat RW.
Selain itu secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan kebakaran kepada warga.
“Dinas Gulkarmat terus melakukan inspeksi berkala terhadap instalasi listrik dan sistem proteksi di permukiman padat, bekerja sama dengan PLN untuk audit gratis atau bersubsidi di area rawan,” ujarnya.
Setelah peristiwa kebakaran tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mengintensifkan inspeksi keselamatan kebakaran di permukiman padat penduduk. Pemerintah juga memperketat evaluasi terhadap potensi risiko baru.
“Kami imbau kuat kepada warga untuk segera melengkapi rumah dengan APAR dan memeriksa instalasi listrik secara rutin,” ujarnya.
“Kami akan terus koordinasi dengan semua pihak untuk meminimalkan risiko serupa di masa depan,” imbuh dia.
Penyebab Kebakaran
Sebelumnya, kebakaran terjadi di Jalan Lindung Blok R3 Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (18/12) pukul 20.10 WIB. Insiden tersebut menewaskan lima orang.
Kasiops Damkar Jakarta Utara Gatot Sulaiman menjelaskan kebakaran bermula saat korban mengisi daya baterai mobil listrik di dalam rumah.
“Pemilik rumah sedang meng-charge sebuah unit mobil listrik miliknya kemudian terjadi fenomena listrik yang menyebabkan ledakan pada mobil tersebut, lalu ledakan api tersebut menyambar minyak thinner dan kaleng cat,” kata Gatot dalam keterangannya.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
