Breaking News

Parpol Tanggapi Wacana Pilkada Tak Langsung

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Ming, 27 Jul 2025

menalar.id – Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali jadi perbincangan, setelah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin melempar ide dua pola pemilihan kepala daerah. Gagasan serupa sebelumnya juga pernah disuarakan Presiden Prabowo Subianto dan didukung beberapa politikus dari Koalisi Indonesia Maju.

Menurut Cak Imin, pemilihan gubernur dan wakilnya bisa dilakukan oleh pemerintah pusat, sedangkan pemilihan bupati/wali kota dilakukan melalui DPRD kabupaten/kota. Alasannya? Efisiensi biaya. “Pilkada langsung ini berbiaya tinggi, jadi kami usulkan dua pola itu,” ujar Cak Imin dalam acara Hari Lahir ke-27 PKB di JCC (23/7/ 2025).

Respons parpol yang beragam

Sejumlah partai masih mengkaji usulan ini. Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron menyebut bahwa keputusan partainya akan mengacu pada aspirasi rakyat. Ia mengakui bahwa pemilihan lewat DPRD memang bisa menekan potensi politik uang, tapi tetap perlu mempertimbangkan nilai-nilai demokrasi sesuai amanat UUD 1945.

Partai Gerindra juga belum memberi sikap final. Politikus Gerindra Bahtra Banong mengatakan bahwa ide tersebut lahir dari kegelisahan publik terhadap tingginya biaya pilkada langsung. Namun, ia menekankan perlunya kajian mendalam agar keputusan yang diambil tetap mengutamakan kualitas demokrasi.

Dari Nasdem, Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda memberi catatan penting. Menurutnya, jika presiden menunjuk gubernur tanpa melibatkan DPRD, hal itu bisa melanggar konstitusi. Namun, ia menawarkan skema kompromi: presiden mengajukan beberapa nama calon gubernur, lalu DPRD yang memilih.

Penolakan dari Golkar dan PDIP

Berbeda dengan PKB, Gerindra, dan Nasdem, Partai Golkar dan PDIP cenderung menolak. Politikus Golkar Zulfikar Arse Sadikin menilai wacana pilkada oleh DPRD tak lagi relevan dan mengarah ke kemunduran demokrasi. Ia mengingatkan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi telah menegaskan pentingnya pemilu sebagai mekanisme pengisian jabatan legislatif dan eksekutif, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sementara itu, PDIP melalui Komarudin Watubun, menegaskan pentingnya menjaga sistem demokrasi langsung yang sudah berjalan selama ini. Ia mengingatkan, mengubah sistem secara tiba-tiba bisa membuat Indonesia jalan di tempat. Ketua DPR Puan Maharani pun merespons santai. Menurutnya, usulan ini masih sebatas wacana dan perlu dibahas semua partai secara bersama.

Apakah Pilkada langsung mahal?

Dari sisi akademisi, Dosen Hukum Tata Negara UI Titi Anggraini memberi perspektif menarik. Menurutnya, pilkada lewat DPRD belum tentu lebih murah. Ia menyebut, sebelum pilkada langsung diberlakukan, praktik jual beli suara di DPRD justru sangat umum. Biaya mahal dalam pilkada langsung terjadi karena praktik curang, seperti serangan fajar, bukan karena mekanismenya.

Senada, pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai pernyataan Cak Imin lebih ke arah strategi politik untuk menjaga hubungan baik dengan Presiden Prabowo. Menurutnya, usulan itu tidak bisa dianggap sebagai niat serius mengubah sistem. “Prabowo tahu rakyat lebih suka pemilihan langsung,” katanya.

Masih wacana

Sejauh ini, wacana revisi UU Pilkada dan UU Pemilu belum masuk tahap pembahasan di DPR. Namun, karena sudah disinggung beberapa kali sejak awal masa pemerintahan 2024-2029, perdebatan soal efektivitas pilkada langsung vs lewat DPRD kemungkinan besar akan terus muncul.

(Sumber: TEMPO)

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Geledah Dua Kantor Pusat BRI Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan EDC

    KPK Geledah Dua Kantor Pusat BRI Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan EDC

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di dua kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk di Jakarta, Kamis (26/6/2025), sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa tim penyidik menggeledah kantor BRI di Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto. […]

  • BPI Danantara Salurkan Pinjaman Rp6,65 triliun untuk Transformasi Garuda Indonesia

    BPI Danantara Salurkan Pinjaman Rp6,65 triliun untuk Transformasi Garuda Indonesia

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui PT Danantara Asset Management (Persero) memberikan pinjaman senilai US$405 juta (Rp6,65 triliun) kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA). Pinjaman ini bertujuan mendukung transformasi pengelolaan portofolio strategis maskapai nasional tersebut. Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menjelaskan bahwa dana ini akan digunakan untuk optimalisasi bisnis, […]

  • Indonesia Evakuasi 101 WNI dari Iran dan Israel

    Indonesia Evakuasi 101 WNI dari Iran dan Israel

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi pemerintah telah berhasil mengevakuasi 101 warga negara Indonesia (WNI) dari Iran dan Israel menyusul eskalasi konflik antara kedua negara. Dalam keterangan video dari Istanbul, Turki pada Sabtu (21/6/2025), Sugiono menjelaskan timnya memindahkan 97 WNI melalui jalur darat perbatasan Iran-Azerbaijan. “Sekarang sedang beristirahat di Baku,” ujar Sugiono yang sedang menghadiri […]

  • Kaesang Pilih Irit Bicara soal Jokowi Jadi Dewan Pembina PSI

    Kaesang Pilih Irit Bicara soal Jokowi Jadi Dewan Pembina PSI

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Kaesang Pangarep memilih irit bicara menanggapi kabar bahwa mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus ayahnya ditunjuk menjadi dewan pembina untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ia merasa hal itu bukan kewenangannya dan menyerahkan ke dewan pendiri partai. “Karena dewan pembina itu secara nomenklaturnya sudah berbeda. Harus tanya ke dewan pendiri partai. Itu bukan wewenang saya,” […]

  • haji

    KPK Periksa Dirjen Hilman Latief soal Korupsi Kuota Haji Rp1,1 Triliun

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief (HL), selama lebih dari 10 jam, Senin (8/10/2025). Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa pemeriksaan panjang dilakukan karena Ditjen PHU Kemenag merupakan pusat proses penyelenggaraan ibadah haji. “Kenapa sampai dipanggil berulang kali […]

  • prabowo

    Heboh Video Presiden Prabowo Muncul di Bioskop, Ini Respons Istana

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Kini, ublik tengah dihebohkan oleh unggahan video yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto sebelum pemutaran film di bioskop. Tayangan singkat tersebut menampilkan cuplikan kegiatan serta pencapaian pemerintahan Presiden Prabowo, menyerupai bumper video yang biasanya berisi iklan makanan atau imbauan etika menonton. Namun kali ini, yang muncul justru dokumentasi aktivitas kenegaraan Presiden, mulai dari kunjungan […]

expand_less