Breaking News

AS Ambil Alih TikTok, Trump Klaim Data Pengguna Lebih Aman

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Sab, 1 Nov 2025

menalar.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mempercepat proses penjualan aset TikTok di AS kepada konsorsium. Konsorsium itu terdiri dari investor dalam negeri dan dirinya telah menandatangani kesepakatan.

Langkah ini sebagai upaya pemerintah AS dalam membatasi pengaruh China terhadap pengelolaan data pengguna dan konten di platform tersebut. Perintah tersebut berisi kesepakatan divestasi yang memenuhi ketentuan undang-undang larangan TikTok yang berlaku sejak Januari.

Berdasarkan aturan tersebut, perusahaan induk TikTok asal China yaitu ByteDance wajib melepaskan sekitar 80% aset TikTok di AS kepada investor non-China. Apabila tidak memenuhi aturan tersebut maka berisiko menghadapi pemblokiran total.

Trump menyatakan bahwa divestasi tersebut memungkinkan jutaan pengguna AS tetap dapat menggunakan TikTok dengan jaminan keamanan nasional yang lebih kuat. Trump sebelumnya juga telah berkomunikasi langsung dengan Presiden China Xi Jinping dan mengklaim bahwa Xi memberikan persetujuan terhadap rencana tersebut.

Perusahaan Lokal Mengambil Alih

Konsorsium investor Amerika yang akan mengambil alih TikTok di AS melibatkan beberapa perusahaan besar seperti Oracle, Silver Lake, CEO Dell Michael Dell, serta Fox Corp milik Lachlan Murdoch. ByteDance tetap memegang saham minoritas tidak lebih dari 20%.

Aset yang dialihkan dalam kesepakatan ini mencakup kendali atas algoritma TikTok, data pengguna, serta dua aplikasi lain milik ByteDance yaitu Lemon8 dan CapCut. Oracle akan berperan penting dalam pengelolaan keamanan data serta sistem rekomendasi TikTok di bawah perusahaan baru yang sepenuhnya berbasis di Amerika Serikat.

Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin jalannya negosiasi, mengungkapkan bahwa nilai transaksi diperkirakan mencapai US$14 miliar.

“Dengan kesepakatan ini, warga Amerika tetap bisa menggunakan TikTok, dan kali ini dengan keyakinan lebih besar bahwa data mereka aman dan tidak digunakan sebagai alat propaganda,” kata Vance.

Walaupun telah mendapat restu dari kedua pihak, penyelesaian kesepakatan masih memerlukan waktu. Pemerintah AS memperpanjang tenggat pelaksanaan undang-undang hingga 16 Desember untuk merampungkan dokumen dan persetujuan regulasi.

Namun demikian, sejumlah pihak melontarkan kritik terhadap kesepakatan ini. Mereka meragukan apakah algoritma TikTok benar-benar akan bebas dari pengaruh politik, mengingat beberapa investor dalam konsorsium memiliki kedekatan politik dengan Trump.

Dalam pernyataannya, Trump sempat berkelakar bahwa ia ingin TikTok menjadi 100% MAGA. Namun menegaskan aplikasi tersebut akan tetap bersikap netral dan terbuka bagi semua kalangan.

“Kalau saya bisa bikin itu 100 persen MAGA, saya akan lakukan. Tapi ini tidak akan seperti itu. Semua kelompok akan diperlakukan adil,” ujarnya.

Kesepakatan ini juga membuka peluang bagi pertemuan langsung pertama antara Trump dan Xi setelah Trump kembali menjabat sebagai presiden. Keduanya akan bertemu dalam forum KTT APEC di Korea Selatan bulan depan.

 

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eksodus Kader PDIP, PSI Raup Dukungan Usai Sinyal Jokowi

    Eksodus Kader PDIP, PSI Raup Dukungan Usai Sinyal Jokowi

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Dukungan terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin mengalir, terutama dari sejumlah mantan kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Salah satu penyebabnya: kabar bahwa mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang merapat ke PSI. Langkah pertama datang dari Barisan Sudarsono Jokowi Lovers (BSJL), kelompok relawan yang dipimpin Sudarsono, eks Wakil Ketua DPC […]

  • aksi kamisan

    Tuntut KUHAP, KontraS: “Kami Pertimbangkan untuk Judicial Review”

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Aksi Kamisan ke-887 kembali berlangsung di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat (20/11/2025). Para peserta menuntut pemerintah untuk mencabut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) karena dinilai memperluas potensi penyalahgunaan kewenangan aparat. Para peserta aksi membawa berbagai poster dengan beragam tulisan, di antaranya; ‘Tolak Revisi KUHAP, Lindungi Hak Rakyat’,  ‘KUHAP Direvisi: Kekuasaan Pengak Hukum […]

  • Columbia

    Imbas Pro-Palestina, Columbia Bayar Rp3,6 Triliun ke Pemerintah AS

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Universitas Columbia telah menyetujui pembayaran lebih dari US$220 juta (Rp3,6 triliun) kepada pemerintahan Presiden Donald Trump. Pembayaran ini merupakan bentuk kompensasi untuk mengembalikan pendanaan federal di bidang riset yang sebelumnya ditangguhkan. Hal ini, dilakukan karena kekhawatiran pemerintah terkait meningkatnya kasus antisemitisme di lingkungan kampus. Alasan lain, kampus menegaskan komitmen untuk terciptanya atmosfer universitas […]

  • Menkomdigi Minta Platform Medsos Taat Aturan, Tanggapi Ricuh Demo DPR

    Menkomdigi Minta Platform Medsos Taat Aturan, Tanggapi Ricuh Demo DPR

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta semua pengelola platform media sosial ikut menjaga agar konten yang beredar di Indonesia tetap positif. Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi kericuhan saat demo di DPR, Senin (25/8), yang disebut dipicu siaran langsung massa aksi lewat TikTok. Hari ini, Kamis (28/8), buruh dari berbagai daerah juga […]

  • konklaf

    Asap Hitam Kembali Mengepul: Akankah Paus Baru Terpilih Hari Ini?

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Asap hitam kembali mengepul dari cerobong Kapel Sistina, Vatikan, pada Rabu (8/5/2025) pukul 11.50 waktu Roma atau 16.50 WIB. Kepulan asap ini menunjukkan bahwa para kardinal elektoral belum mencapai kesepakatan dalam memilih Paus baru. Selama Konklaf Kepausan berlansung, asap yang keluar dari cerobong menjadi satu-satunya cara Gereja berkomunikasi kepada publik tentang hasil pemungutan […]

  • wni tewas

    WNI Meninggal Dunia Saat Coba Haji Ilegal Lewat Gurun

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial SM meninggal dunia setelah nekat memasuki kota Mekah secara ilegal melalui jalur gurun di wilayah Jumum, Arab Saudi. Sedangkan, dua WNI lainnya, J dan S mengalami dehidrasi berat. Saat ini mereka sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah mengonfirmasi kejadian tersebut. […]

expand_less