Breaking News

Arab Saudi-UEA Perang, Bagimana Nasib Hubungan Diplomatiknya?

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Ming, 25 Jan 2026

menalar.id,. – Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) berseru terang kembali usai media Saudi melancarkan kampanye agresif yang menyasar Abu Dhabi. Perseteruan ini menjasi salah satu konflik paling serius di kawasan Teluk dalam beberapa tahun terakhir.

Respons Pakar

Berbagai pakar memperingati dampak lanjutan yang timbul terhadap stabilitas pusat keuangan Timur Tengah.

Konflik terjadi bermula karena eskalasi ketegangan usai konflik singkat di Yaman. Kemudian, serangan udara Arab Saudi menghentikan ofensif kelompok separatis yang mendapat dukungan UEA.

Sejak peristiwa itu, media pemerintah Saudi dan media sosial ramai menebarkan tudingan keras, mulai dari pelanggaran hak asasi hingga tuduhan “pengkhianatan”. Media pemerintah Saudi, Al-Ekhbariya TV secara terbuka menuding UEA berperan dalam memperkeruh konflik regional.

Dalam laporannya pekan ini, Al-Ekhbariya TV menyebut Uni Emirat Arab telah “berinvestasi dalam kekacauan dan mendukung kelompok separatis” di berbagai kawasan, mulai dari Libya, Yaman, hingga Tanduk Afrika. Analis keamanan Teluk, Anna Jacobs, menilai ketegangan yang sebelumnya terpendam kini muncul ke permukaan secara terbuka.

“Dalam kondisi normal, monarki Teluk sangat berupaya menampilkan citra damai dan stabil, tetapi kini titik-titik gesekan yang sudah lama ada, terbuka ke publik dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Anna, Minggu (25/1/2026) melansir AFP.

“Saling serang di media sosial mengingatkan banyak dari kami pada keretakan Teluk yang terakhir. Sekarang Riyadh menyorot sangat terang masalahnya dengan kebijakan regional Abu Dhabi, dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda,” sambungnya.

Respons Berbeda dari UEA

Berbeda dengan Riyadh, Abu Dhabi memilih sikap lebih tertutup. Profesor ilmu politik UEA Abdulkhaleq Abdulla menyatakan negaranya tidak berniat memancing konflik terbuka.

“UEA tidak punya kebiasaan memprovokasi kakak besar kami,” kata Abdulla.

Ia menegaskan posisi negaranya dengan mengatakan, “Kami telah menjadi, karena keberhasilan kami sendiri, sebuah panutan, sebuah kekuatan regional. Apakah itu salah kami?”

“Kami tidak ingin memprovokasi Arab Saudi,” tegasnya.

Sementara itu dari pihak Saudi, analis Soliman Al-Okaily mengungkapkan adanya kekecewaan mendalam terhadap sikap UEA.

“Ada perasaan yang mendalam di Saudi bahwa Uni Emirat Arab telah mengkhianati kemitraan strategis dengan Saudi dan kini memicu krisis di dalam lingkup pengaruh strategis Saudi,” kata Al-Okaily.

Media Saudi bahkan mengisyaratkan kemungkinan langkah balasan. Dalam buletinnya pekan ini, Ekhbariya menyatakan apabila Abu Dhabi kembali melawan Arab Saudi. Maka kerajaan tidak akan ragu mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan terhadapnya.

Kedua Negara Masih Menjalin Diplomatik

Meski kecil kemungkinan kedua negara memutus hubungan secara total, Al-Okaily memperingatkan Riyadh dapat menggunakan tekanan ekonomi sebagai instrumen respons.

“Riyadh bisa mengambil langkah-langkah ekonomi yang menyakitkan,” ujarnya.

Meski mengalami ketegangan, kedua negara masih aktif melakukan manuver diplomatik.

UEA memperkuat pendekatan ke India dengan mendorong kemitraan pertahanan strategis. Sementara Arab Saudi meneken perjanjian pertahanan dengan Pakistan.

Bahkan, pekan ini Presiden UEA bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi dan menyepakati langkah menuju kemitraan pertahanan strategis. Langkah tersebut menyusul keputusan Riyadh menandatangani perjanjian pertahanan dengan Pakistan, rival India yang memiliki senjata nuklir.

Analis New America, Adam Baron, menilai konflik Saudi UEA belum mengarah pada perpecahan total meskipun tensinya tinggi.

“Meski serangan publik berlangsung ganas, masih ada jarak sebelum benar-benar terjadi perpecahan total,” kata Baron.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Targetkan Rampungkan Roadmap AI Juni Ini, Regulasi Menyusul

    Pemerintah Targetkan Rampungkan Roadmap AI Juni Ini, Regulasi Menyusul

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengonfirmasi percepatan penyelesaian peta jalan (roadmap) artificial intelligence (AI) yang akan menjadi landasan regulasi di Indonesia. Menteri Kominfo Meutya Hafid memastikan dokumen strategis tersebut akan rampung bulan ini. “Mohon bersabar sampai Juni, insya Allah roadmap-nya akan terbit. Setelah itu kami akan turunkan dalam bentuk regulasi AI di Tanah Air,” […]

  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan kembali 166 Sekolah Rakyat di 34 provins, Banjarbaru, Senin (12/1/2026).

    Prabowo Kembali Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Presiden Prabowo Subianto meresmikan kembali 166 Sekolah Rakyat di 34 provins, Banjarbaru, Senin (12/1/2026). Ia menjelaskan alasan utama kabinetnya bersikeras mendirikan sekolah rakyat. Hal ini upaya negara untuk memutus rantai kemiskinan yang terjadi oleh kebanyakan anak-anak Indonesia. Prabowo menganggap masyarakat miskin merupakan tanggung jawab negara. Ia menilai, Indonesia tijdvak menganut paham negara neoliberal […]

  • Kuota Haji Disorot, KPK Turun Tangan

    Kuota Haji Disorot, KPK Turun Tangan

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang menyelidiki dugaan korupsi terkait kuota haji di Indonesia. Menanggapi hal itu, mantan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan. “Sementara belum bisa komentar banyak, kita hormati proses yang sedang berjalan,” ucap Saiful kepada wartawan, Jumat (20/6/2025). Saiful yakin bahwa KPK akan […]

  • OJK Tunjuk Friderica, Rangkap Tiga Jabatan di Dewan Komisioner

    OJK Tunjuk Friderica, Rangkap Tiga Jabatan Sekaligus di Dewan Komisioner

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menunjuk anggota dewan komisarinya sebagai Ketua dan Wakil Komisioner (DK) sementara. Hal itu mereka lakukan usai sejumlah pejabatnya mengundurkan diri secara massal. “OJK menjamin kesinambungan kepemimpinan dan kelancaran pelaksanaan tugas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan serta perlindungan konsumen dan masyarakat dengan melakukan penunjukan pejabat pengganti anggota dewan […]

  • Kasus Kematian Jurnalis Situr Wijaya: Keluarga Siapkan Langkah Hukum

    Situr Wijaya Jurnalis Palu: Keluarga Siapkan Langkah Hukum Dugaan Pembunuhan

    • calendar_month Sen, 7 Apr 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Situr Wijaya, jurnalis asal Palu, tewas di hotel Dparagon, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi jenazah untuk menentukan langkah selanjutnya terkait dengan kematian tak wajar wartawan media online Insulteng.id tersebut. Menurut Ketua PWI Peduli Sulteng yang biasa dipanggil Heru itu. Istri almarhum, Selvianti, berpesan jika hasil autopsi menunjukkan penyebab kematian […]

  • Bupati Buton Tak Nampak Sebulan, Warga Lapor ‘Orang Hilang’

    Bupati Buton Tak Nampak Sebulan, Warga Lapor ‘Orang Hilang’

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Puluhan warga bersama mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kepemudaan melaporkan Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, sebagai orang hilang ke Polres Buton pada Kamis (18/9/2025). Laporan itu dibuat lantaran bupati disebut sulit dijumpai, tak terlihat di rumah dinas, maupun tak masuk kantor dalam beberapa pekan terakhir. Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Buton Muhammad Muzli, […]

expand_less