Masjid IKN Akan Beroperasi Awal 2026, Gantikan Masjid Istiqlal
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month Rab, 31 Des 2025

menalar.id., – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, untuk melihat langsung perkembangan pembangunan Masjid Negara IKN. Selain itu, ia meninjau sejumlah fasilitas keagamaan lainnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan masjid tersebut selesai pada (15/2/2026) dengan capaian progres fisik mencapai 98,4%.
“Proyek strategis IKN yang pertama saya kunjungi adalah pembangunan Masjid Negara, yang saat ini telah mencapai 98,4%. Masjid ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol identitas Islam yang rahmatan lil ‘alamin di ibu kota baru Indonesia,” ucap Gibran, Rabu (31/12/2025) melansir detikfinance.
Target Penggunaan saat Idul Fitri
Pemerintah pun menargetkan masjid ini dapat digunakan untuk pelaksanaan Salat Idul fitri 2026 nanti. Pada fase pertama, masjid tersebut mampu menampung sekitar 29 ribu jemaah dari total kapasitas rencana sebanyak 60 ribu jemaah.
“Ditargetkan dapat digunakan untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri tahun 2026. Karena itu, percepatan pembangunan dan penjagaan kualitas pekerjaan menjadi hal yang terus kami kawal bersama,” imbuh Gibran.
Luas Lahan Masjid Raya Nusantara
Sebagai informasi, Masjid Raya Nusantara berdiri di atas lahan seluas 32.125 meter persegi untuk area utama masjid, 2.221 meter persegi area komersial, dan 7.340 meter persegi area penunjang. Sedangkan, bangunannya memiliki luas total 76.647 meter persegi dengan area komersial seluas 4.080 meter persegi serta area penunjang seluas 3.456 meter persegi.
Total, masjid ini memiliki empat lantai dengan dua lantai mezzanine. Sementara itu, pembangunan masjid mencakup tahapan persiapan, penyusunan detail desain, hingga pelaksanaan konstruksi.
Lingkup pekerjaan meliputi struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal dan elektronika, lanskap, infrastruktur, serta penerapan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH).
Pengecekan Fasilitas Lain
Selain masjid, Gibran juga meninjau pembangunan Basilika dan Plaza Kerukunan yang berada di kawasan peribadatan IKN. Pemerintah merancang kawasan ini sebagai ruang bersama lintas agama yang mencerminkan komitmen pembangunan IKN yang seimbang antara fungsi pemerintahan, sosial, dan nilai kebangsaan.
Salah satu fasilitas keagamaan yang ada, yaitu Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius. Gereja ini akan menjadi basilika pertama di Indonesia dengan kapasitas sekitar 1.600 umat dan memiliki target rampung pada awal 2026.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono turut menjelaskan bahwa Masjid Negara IKN memiliki konsep desain yang berbeda dibandingkan masjid pada umumnya.
“Beliau menyampaikan apresiasi terhadap kualitas desain masjid yang berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya. Masjid di IKN ini berbentuk serban dan dirancang dengan kapasitas sekitar 20 ribu jemaah pada tahap awal, yang nantinya dapat dikembangkan hingga 60 ribu jemaah,” ujar Basuki.
Sementara itu, Gibran meminta agar pembangunan segera selesai untuk digunakan saat bulan Ramadan nanti.
Pembangunan Basilika di IKN
Sedangkan pembangunan Basilika Santo Fransiskus Xaverius berdiri di atas lahan seluas 37.781 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 18.862,68 meter persegi. Proyek ini mencakup:
- Bangunan utama basilika
- Taman doa Jalan Salib
- Taman Doa Gua Maria
- Wisma Uskup
- Bangunan penunjang
- Plaza seremonial
- Area parkir, serta
- Akses kawasan yang terhubung dengan rumah ibadah lain di sekitarnya.
Hingga akhir Desember 2025, progres fisik pembangunan basilika telah mencapai 93,3%. Pemerintah merancang kawasan peribadatan IKN terhubung dengan Plaza Kerukunan sebagai ruang terbuka publik.
Selain masjid dan basilika, pemerintah juga merencanakan pembangunan rumah ibadah lain, seperti pura, serta monumen simbolik berbentuk segi enam yang melambangkan enam agama di Indonesia.
Pengganti Masjid Istiqlal
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Hariqo Wibawa Satria turut merespons. Ia mengklaim Masjid IKN akan menggantikan status Masjid Istiqlal di Jakarta sebagai Masjid Negara.
Tujuannya karena Jakarta tak lagi Ibu Kota Indonesia dan berpindah ke IKN. Masjid di IKN pun akan menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual inklusif untuk seluruh masyarakat.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
