Breaking News

Baznas Sebut Potensi Zakat Fitrah 2025 Capai Rp8 Triliun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 24 Mar 2025

menalar.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengungkapkan bahwa potensi zakat fitrah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 604,81 juta ton beras atau setara Rp8 triliun. Perhitungan ini didasarkan pada harga rata-rata beras medium di setiap provinsi, yaitu Rp14.337 per kilogram, serta jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang mencapai 244,41 juta jiwa.

Dalam acara Zakat Fitrah Baznas 2025 di Jakarta, pimpinan Baznas mengungkapkan bahwa sekitar 91,43% penduduk Muslim di Indonesia berada di luar garis kemiskinan. Jika seluruh umat Islam menunaikan kewajiban zakat fitrah, jumlah beras yang terkumpul bisa mencapai ratusan ribu ton. Hal ini menunjukkan bahwa zakat fitrah bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pimpinan Baznas Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Zainulbahar Noor, menekankan bahwa optimalisasi pengelolaan zakat sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para penerima (mustahik). Berdasarkan tren pertumbuhan zakat fitrah dari 2021 hingga 2024 yang rata-rata meningkat 21,28% per tahun, pengumpulan zakat fitrah 2025 diproyeksikan mencapai Rp631,77 miliar. Dengan pemanfaatan teknologi digital serta koordinasi yang lebih baik dengan lembaga zakat lainnya, angka ini bisa meningkat hingga Rp758,13 miliar.

Baznas juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan zakat. Mereka berkomitmen untuk memperketat pengawasan agar dana yang terkumpul benar-benar tersalurkan sesuai syariah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menyalurkan zakat fitrah melalui lembaga resmi agar distribusinya lebih efektif dan tepat sasaran.

Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Baznas RI, Muhammad Hasbi Zaenal, menambahkan bahwa Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan potensi zakat fitrah terbesar. Lima provinsi penyumbang utama adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten, dengan total potensi lebih dari Rp5 triliun. Sementara itu, wilayah Indonesia Timur dan Papua memiliki potensi lebih kecil karena jumlah penduduk Muslim yang lebih sedikit serta faktor sosial-ekonomi yang berbeda.

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, Baznas berencana memperkuat regulasi, menerapkan standar akuntansi PSAK 409, mewajibkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menyusun laporan keuangan konsolidasi, serta berkolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan tokoh masyarakat dalam distribusi zakat. Pemanfaatan teknologi digital dalam pembayaran zakat juga akan diperluas agar masyarakat semakin mudah menunaikan kewajibannya.

Baznas berharap zakat fitrah tidak hanya dianggap sebagai kewajiban tahunan di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi solusi sosial yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan umat dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Susun UU Penyadapan, KUHAP Tak Lagi Atur Soal Itu

    DPR Susun UU Penyadapan, KUHAP Tak Lagi Atur Soal Itu

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, mengungkapkan bahwa DPR sedang menyiapkan undang-undang khusus untuk mengatur penyadapan. Rencana ini sejalan dengan keputusan panitia kerja revisi KUHAP yang menyepakati penghapusan aturan soal penyadapan dari rancangan undang-undang tersebut. “Bahkan, kami sudah melakukan beberapa kunjungan kerja, artinya sudah ada biaya negara yang dikeluarkan untuk membahas penyadapan ini,” kata Habiburokhman […]

  • Megawati Tegaskan PDIP Bukan Oposisi Maupun Koalisi di Era Prabowo

    Megawati Tegaskan PDIP Bukan Oposisi Maupun Koalisi di Era Prabowo

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan posisi politik partainya di periode pemerintahan Prabowo Subianto. Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum terpilih untuk 2025-2030, Megawati menyebut partainya tidak berada di jalur oposisi maupun koalisi. “PDI Perjuangan tidak memposisikan sebagai oposisi dan juga tidak semata-mata membangun koalisi kekuasaan,” kata Megawati saat […]

  • demo

    Demo 25 Agustus! Ini 9 Tuntutan Massa yang Dilayangkan

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Ratusan massa menggelar demonstrasi di depan gedung DPR RI, Senin (25/8/2025). Para demonstran mulai berdatangan sekitar pukul 11.00 WIB dan memenuhi jalan Gatot Subroto, dikutip dari CNBC Indonesia. Kemudian, sekitar pukul 12.40 WIB, polisi mulai membubarkan massa menggunakan water cannon setelah massa aksi bergeser dari gerbang utama DPR di jalan Gatot Subroto menuju […]

  • Belum Masuk Database BKN, Guru R4 Suarakan Nasib di DPR

    Belum Masuk Database BKN, Guru R4 Suarakan Nasib di DPR

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Suasana haru mewarnai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI, Senin (14/7/2025). Redissa, guru dari Bengkulu yang juga anggota Ikatan Pendidik Nusantara (IPN), menangis saat menyampaikan aspirasi mewakili para guru honorer kategori R4. Guru honorer R4 adalah mereka yang sudah mengajar cukup lama tapi belum terdata di database resmi Badan Kepegawaian Negara […]

  • balon udara

    Tragedi Balon Udara di Belanda: Tewaskan Satu Orang dan Lima Terluka

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Sebuah balon udara jatuh secara tragis di Friesland, provinsi di utara Belanda, Rabu (13/8/2025) malam. Insiden ini menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya. Balon yang mengangkut total 34 penumpang tersebut mengalami pendaratan darurat di sebuah padang rumput. Otoritas Friesland melaporkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 waktu setempat ketika balon terpaksa melakukan pendaratan […]

  • Komnas HAM Kecam Pembubaran Retret Pelajar Kristen di Sukabumi

    Komnas HAM Kecam Pembubaran Retret Pelajar Kristen di Sukabumi

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam keras pembubaran retret pelajar Kristen di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Komisi ini menilai tindakan tersebut melanggar hak asasi manusia, khususnya hak atas kebebasan beragama, berkumpul, dan rasa aman yang dijamin konstitusi. “Tindakan ini mencerminkan intoleransi antarumat beragama dan merupakan ancaman bagi kehidupan keberagaman di Indonesia,” […]

expand_less