Lestarikan Budaya Sejak Dini, Inovasi “Noken Pintar Waibu” Mahasiswa UGM Bangkitkan Semangat Belajar Anak-Anak Jayapura”
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month 1 jam yang lalu

menalar.id,. – Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) unit “Jejak Jayapura” 2026 menyalurkan 50 paket perlengkapan sekolah (school kit) yang dikemas dalam tas Noken kepada anak-anak di Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. Program bertajuk “Noken Pintar Waibu: Paket School Kit Berbasis Edukasi dan Budaya” ini digelar bekerja sama dengan PT Jasa Raharja Cabang Papua sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Program ini merupakan salah satu dari lima program kerja yang dijalankan tim KKN-PPM UGM Jejak Jayapura di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, kawasan Danau Sentani, sejak ditempatkan pada pertengahan 2026 hingga September mendatang. Secara umum, unit ini mengusung tema besar pariwisata eco-agro berkelanjutan di Desa Bambar dan Desa Doyo Lama, dengan Noken Pintar Waibu menjadi salah satu program yang menyasar sektor pendidikan dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Noken Pintar Waibu berada dalam payung rangkaian kegiatan bertajuk “Bersama Noken Pintar: Siapkan Generasi Papua yang Cerdas di Kelas dan Tertib di Jalan”. Rangkaian tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama digelar di Desa Bambar pada 17 Juli 2026 melalui program edukasi keselamatan berkendara bertajuk “Bambar Kitong Belajar”. Gelombang kedua berlangsung di Kampung Doyo Lama pada 20 Juli 2026, berupa edukasi budaya dan lomba semarak kemerdekaan yang diikuti anak-anak setempat.
Penanggung Jawab Program Noken Pintar Waibu, Bulan Rimadhina Seva Kartika, menjelaskan bahwa 50 tas Noken yang digunakan sebagai wadah school kit dibeli langsung dari mama-mama perajin di Sentani. Menurutnya, pendekatan ini dipilih agar program tidak hanya menyasar aspek pendidikan anak, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi perajin lokal.
“Melalui pengadaan 50 Noken langsung dari perajin lokal, kami ingin memberikan stimulus nyata bagi perekonomian warga, bukan sekadar membagikan alat tulis kepada anak-anak,” kata Bulan yang menempuh studi di Manajemen dan Penilaian Peoperti, Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM.
Ia menambahkan, keterampilan merajut Noken yang dimiliki mama-mama Papua selama ini bernilai ekonomi tinggi, namun belum banyak dikelola sebagai usaha yang berkelanjutan. “Mama-mama Papua memiliki keterampilan merajut Noken yang bernilai tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri yang berkelanjutan,” ujarnya, seraya berharap program ini dapat menjadi titik awal penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Waibu.
Kepala SDN Inpres Doyo Lama, Warsito, mengonfirmasi dampak program ini di lingkungan sekolahnya. Ia mengatakan kehadiran mahasiswa KKN UGM turut mendorong semangat belajar siswa serta meningkatkan kehadiran mereka di sekolah.
“Dengan adanya inovasi ini dan kehadiran mahasiswa UGM melalui program KKN, anak-anak sekolah jadi semakin bertambah semangat dalam belajar dan datang dengan rajin untuk bertemu dan belajar bersama mereka. Ditambah lagi ada pengadaan yang menunjang fasilitas sekolah kami,” kata Warsito.
Ia menilai kombinasi antara bantuan school kit dan pendekatan berbasis budaya lokal seperti Noken membuat program ini lebih mudah diterima oleh siswa maupun orang tua, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap identitas budaya Papua sejak usia dini.
Kegiatan Noken Pintar Waibu turut mendapat liputan dari Lembaga Penyiaran Publik TVRI, yang menerjunkan tim ke lokasi pada hari yang sama dengan peliputan sejumlah program KKN lain di Doyo Lama, di antaranya kegiatan edukasi di SDN Inpres, lomba semarak kemerdekaan, program pembudidayaan ikan, serta program pemetaan dan branding desa wisata. Peliputan ini menjadi salah satu bentuk pengakuan atas pendekatan program yang memadukan isu pendidikan, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya sekaligus.
Perwakilan manajemen PT Jasa Raharja Cabang Papua turut menyampaikan apresiasi atas inovasi yang digagas mahasiswa UGM tersebut. Ia menyebut program ini disambut baik oleh siswa dan perangkat kampung, dan dinilai sejalan dengan tujuan program TJSL perusahaan untuk mendukung pemerataan akses pendidikan di wilayah Papua.
Melalui program Noken Pintar Waibu, tim KKN-PPM UGM Jejak Jayapura berupaya memadukan tiga sasaran sekaligus: peningkatan akses pendidikan anak, pelestarian budaya Noken sebagai warisan Papua, serta penguatan kapasitas usaha mama-mama perajin di Sentani. Ketiga sasaran ini sejalan dengan tema besar pemberdayaan masyarakat berbasis eco-agro dan kearifan lokal yang diusung unit KKN Jejak Jayapura selama masa penempatan di Doyo Lama.
Penulis: Bulan Rimadhina Seva Kartika / Tim Humas KKN-PPM UGM Jejak Jayapura Sumber/Foto: Dokumen Tim Unit KKN-PPM UGM Jejak Jayapura 2026
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
