Setahun Berjalan, Pemerintah akan Tes Kecerdasan Siswa yang Konsumsi MBG
- account_circle Farrel Aditya
- calendar_month Sab, 31 Jan 2026

menalar.id.,- Pemerintah akan mengecek efektivitas Program MBG terhadap siswa setelah menerima manfaat MBG selama satu tahun.
Mengutip Tempo, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan sejumlah poin yang akan menjadi indikator keberhasilan program ini, seperti perkembangan otak dan pertumbuhan fisik dari penerima manfaat MBG, siswa.
“Nanti yang ngukurnya harus lembaga independen,” ujarnya usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Pangan Jakarta, Kamis, (29/1/2026).
Pertemuan terbatas tersebut dipimpin oleh Zulkifli Hasan sebagai tuan rumah, juga dihadiri jajaran pimpinan Kabinet Merah Putih.
Jajaran Kabinet Merah Putih yang hadir diantaranya Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi.
Dadan kemudian menjadikan Jepang sebagai contoh dari keberhasilan program MBG terhadap pertumbuhan siswa. Di Jepang, ucap dia, terdapat perbedaan tinggi badan dari masyarakat kelahiran 1940-an hingga 2000-an.
Ia mengatakan perubahan tinggi badan yang signifikan tersebut dipicu oleh kualitas makanan yang kian bergizi.
“Itu terjadi peningkatan yang signifikan akibat peningkatan kualitas gizi. Jadi bukan hanya potensi genetik, tapi juga kualitas gizi. Nah, Indonesia akan seperti itu,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Dadan juga mengamini pertanyaan wartawan ihwal cara mengukur perkembangan otak melalui tes kecerdasan otak seperti intelligence quotient.
Sebelumnya, rencana mengukur efektivitas MBG terhadap pertumbuhan anak dan perkembangan otak juga disampaikan oleh Zulkifli Hasan dalam rapat.
“Kalau sebelum makan bergizi bagaimana fisiknya, pertumbuhannya, termasuk tentu pertumbuhan otak,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Adapun MBG telah berjalan lebih dari satu tahun terhitung sejak program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini diluncurkan pada 6 Januari 2025. Hingga kini, Badan Gizi Nasional mencatat MBG telah menjangkau 60 juta orang. Angka itu ditargetkan terus bertambah sampai 82,9 juta orang sepanjang 2026.
Penulis Farrel Aditya
Seorang pemuda dengan minat terhadap banyak hal dan penuh pertanyaan dalam benaknya. Berharap mampu memberikan dampak positif melalui tulisannya.
