Breaking News

Pengampunan untuk Dua Tokoh Lawan Politik, Akankah Oposisi Tetap Bertahan?

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Sab, 2 Agu 2025

menalar.id – Langkah Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Tom Lembong memunculkan banyak tafsir politik.

Salah satunya datang dari Ubedilah Badrun, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Menurutnya, manuver ini bisa dilihat sebagai upaya merangkul dua blok politik sekaligus: Megawati Soekarnoputri dan Anies Baswedan. “Prabowo terbaca akan merangkul semuanya. Mungkinkah? Saya cermati itu berat. Sepertinya tidak mungkin tiga blok politik disatukan sekaligus,” kata Ubedilah, Sabtu, 2/8/ 2025.

Ia menilai, walau upaya rekonsiliasi tampak jelas, bukan berarti seluruh blok politik otomatis masuk ke pemerintahan. Menurutnya, Megawati dan Anies mungkin tetap di luar, tapi bisa jadi tak lagi bersikap sekeras sebelumnya. Bahkan PDIP walau bukan partai pemerintah, bisa jadi tetap mendukung dari parlemen.

Oposisi tetap ada

Meski begitu, Ubedilah yakin ruang oposisi tak akan hilang. Jika kinerja pemerintah buruk, menurutnya, kelompok sipil akan mengambil peran sebagai penyeimbang kekuasaan. “Mereka akan terkonsolidasi dengan baik seiring dengan buruknya performa kekuasaan,” ujar Ubedilah. “Jadi akan muncul oposisi alternatif yang lebih terkonsolidasi” imbuhnya.

Spekulasi bertambah setelah Dasco dan Megawati bertemu

Spekulasi ini muncul tak lama setelah Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memposting fotonya bersama Megawati Soekarnoputri di Instagram. Dalam foto itu, tampak pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta dua anak Megawati: Puan Maharani dan Prananda Prabowo. “Merajut tali kebangsaan dan persaudaraan,” tulis Dasco di keterangan unggahannya, Kamis 31/7/2025.

Tak lama setelah itu, Dasco mengumumkan amnesti dan abolisi kepada Hasto dan Tom Lembong. Pengajuan disampaikan oleh Prabowo lewat surat tertanggal 30/7/ 2025.

Pemerintah: Demi Persatuan Bangsa

Pemerintah berdalih bahwa keputusan ini dibuat demi persatuan bangsa, apalagi menjelang Hari Kemerdekaan ke-80 RI. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebut pertimbangan pemberian pengampunan ini demi kepentingan bangsa dan negara. “Pertimbangannya pasti demi kepentingan bangsa dan negara,” berdasarkan keterangan resmi.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menambahkan, Presiden ingin menyatukan semua elemen melalui simbol-simbol persatuan seperti amnesti dan abolisi. “Misalkan pemberian abolisi, amnesti, atau juga kebijakan lain yang bisa dimaknai dan bisa menjadi faktor mempererat, mempersatukan, seluruh elemen bangsa akan dilakukan oleh Bapak Presiden,” ujar Juri.

Respons akademisi

Namun tidak semua pihak sepakat. Feri Amsari, dosen hukum tata negara Universitas Andalas, mengingatkan PDIP agar tidak lunak hanya karena Hasto mendapat amnesti. Menurutnya, kasus itu digunakan untuk menarik PDIP masuk ke lingkaran kekuasaan.

“Kalau tidak, PDIP terkesan tunduk kepada alat kekuasaan dan tujuan orang melakukan upaya kriminalisasi politik akan bisa dianggap benar,” kata Feri.

Feri menilai praktik seperti ini bisa jadi preseden buruk dalam demokrasi. Ia menyebut taktik seperti ini bisa digunakan untuk melemahkan oposisi lewat jalur hukum, lalu menawarkan jalan damai setelahnya.

“Tinggal kriminalisasi kan lawan, hidupkan kasus lama, lalu kemudian dia akan berputar arah, mendukung pemerintah, dan itu sangat buruk dalam alam demokrasi konstitusional kita,” ujarnya.

Adi Prayitno sebagai pengamat politik dari UIN Jakarta punya sudut pandang lain. Menurutnya, langkah Prabowo ini upaya menjaga kondusivitas politik nasional, apalagi dua tokoh yang diberi pengampunan berasal dari kubu pesaingnya di Pilpres 2024. “Kasus ini memantik pembelahan publik cukup ekstrem dan menyerang pemerintah secara terbuka,” kata Adi.

Namun, ia menilai belum tentu amnesti ke Hasto otomatis membawa PDIP ke dalam pemerintahan. “Tak sesederhana itu. PDIP kelihatan ingin di luar, tapi dalam praktiknya PDIP dukung penuh Prabowo,” katanya.

Sementara itu, Dosen komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio (Hensa), melihat langkah Prabowo sarat simbol politik persatuan. Tapi, menurutnya ada risiko persepsi publik terhadap langkah ini. “Kelompok anti-korupsi dan kritis bisa memandang ini sebagai langkah yang melemahkan keadilan,” katanya.

Hensa menilai, Prabowo perlu mengelola komunikasi publik dengan baik. Jika masyarakat merasa langkah ini hanya untuk kepentingan politik maka kepercayaan bisa turun. “Prabowo sedang main di level tinggi. Dia pakai simbol-simbol politik untuk bicara soal persatuan, tapi kalau publik curiga ini cuma akal-akalan, narasinya bisa jatuh.” ujarnya

 

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haluk Gorgun: Indonesia dan Turki Berkomitmen Mewujudkan Kemitraan Strategis di Sektor Pertahanan.

    Haluk Gorgun: Indonesia dan Turki Berkomitmen Mewujudkan Kemitraan Strategis di Sektor Pertahanan.

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    Haluk Gorgun, Presiden Sekretariat Industri Pertahanan Turki (SSB), menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jum’at (16/5/2025). SSB merupakan instansi pemerintah Turki yang berperan dalam perumusan, pengembangan, dan pelaksanaan kebijakan industri pertahanan domestik. Haluk tiba pukul 16.40 WIB menggunakan mobil sedan BMW berwarna silver, lengkap dengan pengawalnya yang membawa tas jinjing hitam lebih dari tujuh […]

  • KPK Tetapkan Kajari HSU Sebagai Tersangka Kasus Pemerasan

    KPK Tetapkan Kajari HSU Sebagai Tersangka Kasus Pemerasan

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Azka Al Ath-Har
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Utara (HSU) Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN) sebagai tersangka dugaan pemerasan kepada kepala dinas di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Sabtu (20/12/2025). KPK turut menangkap Kasi Intel Kejari HSU Asis Budianto (ASB) dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Taruna Fariadi […]

  • Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Resmi Ditetapkan Pemerintah

    Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Resmi Ditetapkan Pemerintah

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Upaya pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  (BKKBN) mendorong peran ayah lebih besar dalam pengasuhan anak. Lewat Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025, mereka meluncurkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah pada (14/7/2025). Aturan ini diresmikan pada (10/7/2025). Gerakan ini muncul karena banyak anak […]

  • Delcy Rodriguez di Kursi Kekuasaan, Stabilitas Venezuela Dipertanyakan

    Delcy Rodriguez di Kursi Kekuasaan, Stabilitas Venezuela Dipertanyakan

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Farrel Aditya
    • 0Komentar

    menalar.id,.- Kendali pemerintahan Venezuela beralih ke Wakil Presiden Delcy Rodriguez setelah Presiden Nicolas Maduro ditahan di Amerika Serikat, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas politik negara itu. Berdasarkan laporan CNN, Iria Puyosa, Peneliti senior Atlantic Council’s Democracy+Tech Initiative, menilai Rodriguez tidak mampu menjamin stabilitas politik yang diharapkan oleh Presiden AS Donald Trump. Sejak periode pertamanya memimpin Amerika […]

  • Adaptabilitas atau Kapitalisasi Krisis? Gibran dan Seni Memoles Tantangan Global Jadi Komoditas Politik

    Adaptabilitas atau Kapitalisasi Krisis? Gibran dan Seni Memoles Tantangan Global Jadi Komoditas Politik

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Wakil Presiden Gibran Rakabuming secara strategis memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan visi pembangunan Indonesia. Dalam video resmi di kanal YouTube-nya pada Minggu (20/4/2025), ia menegaskan posisi strategis Indonesia di tengah turbulensi global. “Saat ini, Indonesia berada dalam momen yang sangat menentukan. Berada di tengah beragamnya tantangan global, baik itu ekonomi, perang dagang, geopolitik, maupun […]

  • Dari PUPR ke Satpol PP: Kisah Mobil Dinas Baru Pemkab Bogor

    Dari PUPR ke Satpol PP: Kisah Mobil Dinas Baru Pemkab Bogor

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Saat Presiden Prabowo Subianto gencar mendorong efisiensi anggaran pemerintah, Pemerintah Kabupaten Bogor justru mengoperasikan enam unit mobil dinas baru bermerek Suzuki Jimny Allgrip warna hitam. Empat di antaranya terlihat parkir di area Pendopo Bupati Bogor dengan stiker dinas terkait dan plat merah. Enam unit Suzuki Jimny yang menjadi kendaraan dinas Pemerintah Kabupaten Bogor […]

expand_less