Alasan Amerika Serikat Serang Venezuela
- account_circle Farrel Aditya
- calendar_month Ming, 4 Jan 2026

menalar.id,.- Warga Caracas, ibu kota Venezuela, dikejutkan oleh suara ledakan keras yang dibarengi deru pesawat terbang rendah, Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.
Dari kejauhan, kobaran api tampak menjulang tinggi, sementara asap tebal membubung ke udara. Gelapnya dini hari pun tersapu cahaya merah menyala, menandai dimulainya serangan berskala besar yang mengguncang negara di Amerika Selatan itu.
Beberapa jam usai peristiwa itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa negara telah melakukan operasi militer berskala besar di Venezuela.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa pasukan gabungan militer dan aparat penegak hukum AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, sebelum menerbangkan keduanya keluar dari negara itu.
“AS berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu,” tulis Trump.
Trump menyatakan operasi itu merupakan puncak dari kampanye panjang Amerika Serikat untuk menghadapi ancaman narkoba, migrasi ilegal, dan narko-terorisme.
Alasan AS Menyerang Venezuela
Mengutip Kompas, Menurut Trump, salah satu alasan utama serangan tersebut adalah krisis migrasi. Ia menuding Venezuela sebagai sumber arus migran yang dalam beberapa tahun terakhir membanjiri perbatasan selatan Amerika Serikat
Sejak Venezuela dilanda krisis ekonomi pada 2013, sekitar delapan juta warganya dilaporkan meninggalkan tanah air, dengan sebagian besar bermigrasi ke negara-negara tetangga di kawasan Amerika Latin.
Trump juga mengklaim, tanpa disertai bukti, bahwa pemerintahan Maduro sengaja membebaskan narapidana serta pasien rumah sakit jiwa untuk dikirim ke Amerika Serikat sebagai bagian dari skema migrasi besar-besaran.
Pemerintah Venezuela dengan tegas membantah tudingan itu dan menyebut pernyataan Trump sebagai fitnah yang tidak berdasar.
Alasan kedua, Trump menuduh Venezuela sebagai jalur transit utama penyelundupan kokain dan turut berperan dalam krisis fentanil yang telah merenggut nyawa ribuan warga Amerika Serikat.
Washington kemudian menetapkan dua kelompok kriminal asal Venezuela, Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, sebagai organisasi teroris asing.
Trump bahkan menuding Maduro sebagai pemimpin langsung Cartel de los Soles, tuduhan yang kembali dibantah oleh pemerintah di Caracas.
Penulis Farrel Aditya
Seorang pemuda dengan minat terhadap banyak hal dan penuh pertanyaan dalam benaknya. Berharap mampu memberikan dampak positif melalui tulisannya.
