Prabowo Ingin Tanam Sawit di Papua, PDIP Alex: “Harus Dikaji Dulu”
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month Kam, 18 Des 2025

menalar.id., – Wakil Ketua Komisi IV DPR Fraksi PDIP Alex Indra Lukman merespons rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menanam sawit di Papua. Tujuannya agar ekonomi Papua berkembang dengan mendorong produksi dalam negeri.
Alex pun memperingati untuk meninjau kembali dampak lingkungan yang akan terjadi. Menurutnya, langkah itu perlu agar tata ruang tetap terjaga.
Hutan juga harus tetap berfungsi sebagai wilayah resapan air.
“Kami berharap arahan dari Bapak Presiden tersebut dilaksanakan dengan perencanaan dan analisa dampak likungan yang baik sehingga tata ruang terjaga,” kata Alex saat dihubungi, Rabu (17/12/2025).
Alex menyatakan kekhawatirannya terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Ia tidak ingin banjir dan longsor di Sumatra pada akhir November lalu terulang.
Ia menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan.
“Iya, pertumbuhan ekonomi dengan menjaga ekologi,” katanya.
Alex menilai pemerintahan Prabowo harus mampu memanfaatkan hutan secara bijak. Pemanfaatan itu harus ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat.
Namun, pemerintah juga wajib mencegah dampak buruk terhadap lingkungan.
“Hutan harus bisa kita manfaatkan untuk kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat tetapi juga harus dipastikan tidak menjadi sumber malapetaka,” katanya.
Rencana Prabowo Menanam Sawit di Papua
Sebelumnya, Prabowo merencanakan penanaman kelapa sawit di Papua. Ia menilai sawit dapat bermanfaat untuk menghasilkan bahan bakar minyak.
Presiden juga mengusulkan penanaman tebu dan singkong. Tanaman tersebut berguna sebagai bahan baku etanol.
Prabowo menyampaikan gagasan itu kepada para kepala daerah se-Papua. Arahan tersebut ia sampaikan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Ia menargetkan swasembada pangan dan swasembada energi tercapai dalam lima tahun kepemimpinannya.
“Dan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit,” kata Prabowo.
Sementara itu, banjir bandang dan longsor melanda tiga provinsi di Sumatra. Bencana itu terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November lalu.
Sejumlah pihak menduga degradasi lingkungan menjadi salah satu penyebabnya. Penebangan hutan pun memperparah dampak bencana.
Alhasil, saat banjir bandang melanda tiga provinsi tersebut, ribuan kayu gelondongan ikut terbawa. Banyak masyarakat pun menduga Kayu-kayu itu berasal dari aktivitas penebangan.
Saat mengunjungi lokasi bencana di Aceh Tamiang, Prabowo pun menanggapi isu tersebut, Jumat (12/12/2025).
Prabowo Minta Pengelolaan Lingkungan Lebih Baik
Prabowo menyatakan pemerintah tengah melakukan penyelidikan. Ia menegaskan akan betindak jika ditemukan pelanggaran.
“Kita akan, justru saya mau tertibkan semua itu, ya, pembalakan liar akan kita tertibkan. Sudah kita mulai tertibkan, ya,” jawabnya mengutip dari situs presidenri.go.id.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana. Ia menyoroti perlunya pengelolaan lingkungan dan tata ruang yang lebih baik.
Prabowo secara khusus menugaskan pemerintah daerah sebagai pengawas atas aktivitas yang berpotensi merusak alam.
“Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan. Saya minta pemerintah daerah semua lebih waspada, lebih awas. Kita jaga alam kita dengan sebaik-baiknya,” kata dia dikutip dari laman web presiden.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
