Prabowo Respons Kritik Penanganan Bencana Sumatera
- account_circle Nisrina
- calendar_month Kam, 1 Jan 2026

menalar.id – Presiden Prabowo Subianto menyatakan terbuka terhadap kritik masyarakat terkait penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Ia mengatakan menerima berbagai kritik tersebut, meski menilai tidak semuanya sesuai fakta.
Prabowo menyampaikan hal itu saat memimpin rapat penanganan bencana di Aceh bersama sejumlah pejabat pada Kamis (01/01/2025). Dalam rapat tersebut, ia menyinggung kritik yang diarahkan kepada pemerintah terkait penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Salah satu kritik yang disoroti Prabowo adalah anggapan bahwa kunjungan pejabat ke lokasi bencana tidak membawa manfaat. Menurut Prabowo, kehadiran pemerintah di lapangan merupakan bagian dari tanggung jawab.
“Saya kira inilah memang kewajiban kita. Saya berterima kasih kepada semua unsur yang turun langsung ke lapangan,” kata Prabowo, mengutip dari siaran Sekretariat Kepresidenan.
Ia menjelaskan, kementerian dan lembaga telah berbagi tugas untuk mengecek langsung lokasi terdampak bencana. Prabowo menegaskan para pejabat tidak hanya datang melihat kondisi, tetapi juga mencari dan mencatat persoalan yang ada di lapangan.
Meski demikian, Prabowo mengakui hal tersebut tetap menuai kritik. Ia menyebut sebagian pihak kerap memandang kerja pemerintah dari sisi negatif.
“Saya pernah dengar kritik, untuk apa menteri datang ke tempat bencana. Padahal, kalau tidak datang, dianggap tidak peduli,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pejabat publik harus siap menerima hujatan. Ia menilai kritik merupakan risiko yang harus dihadapi seorang pemimpin.
“Salah satu kewajiban pemimpin adalah siap untuk dihujat dan difitnah,” kata Prabowo.
Ia pun meminta para menteri, kepala badan, dan kepala daerah tetap bekerja dan tidak patah semangat meski menghadapi kritik.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.154 orang hingga Rabu (31/12/2025).
Korban meninggal terbanyak tercatat di Aceh sebanyak 527 orang, disusul Sumatera Utara 365 orang, dan Sumatera Barat 262 orang. BNPB juga mencatat total korban hilang mencapai 165 orang di tiga provinsi tersebut.
- Penulis: Nisrina
