Breaking News

Grandprix, Doktor Termuda Asal NTT di Indonesia dan Peneliti Top Global

  • account_circle Farrel Aditya
  • calendar_month Sab, 7 Feb 2026

menalar.id,.- Grandprix Thomryes Marth Kadja, hingga saat ini tercatat sebagai doktor termuda di Indonesia.

Ia mendapatkan gelar doktornya di usia 24 tahun. Gelar doktornya sudah ia dapatkan sejak 2017. Bahkan, namanya masuk daftar top 2% peneliti terbaik dunia versi Elsevier dan Stanford University.

Pada 2024, ia masuk dalam daftar Top 2% Scientists Worldwide 2024 The Single-year Impact Category by Stanford University.

Kemudian pada 2025, ia masuk daftar yang sama berkat riset di bidang material nano dan energi berkelanjutan.

Prestasinya membuktikan bahwa anak muda dari wilayah Indonesia timur seperti NTT, mampu menghasilkan riset dan kolaborasi bertaraf global.

Prestasi yang ia raih membuktikan, meskipun ia berasal dari wilayah Indonesia timur, mampu memberikan dampak yang besar melalui riset dan kolaborasinya

Ia bahkan lulus cumlaude sejak kuliah di jenjang S1 sampai S3. Grandprix berasal dari Desa Tarus, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jejak Pendidikan Grandprix

Merangkum berita Kompas.com, Sabtu (7/2/2026), Grandprix menempuh pendidikan menengah atas di SMA Katolik Giovanni. Ia mengikuti program akselerasi di sekolahnya selama 2 tahun (2007-2009). Kemudian, ia melanjutkan kuliah ke Universitas Indonesia (UI) hingga memperoleh beasiswa.

Ia seringkali mendapatkan juara semasa sekolah, seperti juara 1 olimpiade kimia SMA se-provinsi NTT. Lalu saat melanjutkan pendidikan Strata 1 (S1) di Program Studi Kimia UI pada tahun 2009-2013, Grandprix tetap mempertahankan prestasinya dengan mengukir berbagai prestasi, seperti Medali perak Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) bidang Kimia dan Juara Nasional Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina kategori Science Project.

Ketika lulus dari UI, Grandprix juga menjadi mahasiswa lulusan terbaik dengan predikat cum laude.

Pada 2013, Grandprix mendapatkan beasiswa Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikti). Ia melanjutkan studi Magisternya di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dua tahun usai mendapatkan beasiswa PMDSU, Grandprix memeroleh gelar magister dengan predikat cumlaude.

Minatnya pada Kimia yang Berdampak Internasional

Selama menjalani studi pascasarjana, Grandprix melanjutkan minatnya dalam bidang katalis dan menekuni sintesis zeolit serta karakterisasinya menggunakan instrumen-instrumen canggih, seperti teknik spektroskopi dan mikroskop elektron.

Selama menempuh pendidikan S2 dan S3, Grandprix menghasilkan 9 artikel ilmiah, di mana, 1 artikel dipublikasikan di jurnal nasional dan 8 lainnya dipublikasikan di jurnal internasional.

Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal internasional, 7 diantaranya terindeks Scopus. 4 artikel dipublikasikan pada jurnal yang bereputasi sangat baik (Q1) dengan kisaran impact factor 2,6 hingga 5,7.

Pada tahun 2017, pria yang saat ini menjabat sebagai lektor ini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Zeolit ZSM-5 Hierarkis Bebas Mesoporogen: Sintesis, Mekanisme dan Peningkatan Tingkat Hierarki” dan mengukuhkan diri sebagai Doktor termuda se-Indonesia pada umur 24 tahun.

Keahlian Grandprix dalam bidang Kimia Anorganik telah dipresentasikan dalam berbagai seminar ilmiah dihadapan komunitas saintis Indonesia.

Grandprix melanjutkan prestasinya, dengan meraih Penghargaan Achmad Bakrie ke-20 untuk kategori Ilmuwan Muda atas dedikasinya dalam penelitian material nano untuk energi berkelanjutan.

Fokusnya berada pada bidang nanomaterials for catalysis, adsorption, dan molecular separation. Di ITB, Granprix masuk Kelompok Keahlian Kimia Anorganik dan Fisik, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia merupakan bagian dari Pusat Rekayasa Katalisis ITB (PRK-ITB), yang aktif meneliti berbagai aplikasi material nano sejak awal berdirinya pada tahun 2019.

Penelitiannya berfokus pada pengembangan material nanopori dan MXene, material nano dua dimensi yang baru ditemukan secara global pada tahun 2011.

“Lab kami adalah yang pertama mengembangkan MXene di Indonesia sejak tahun 2019,” ujarnya, dilansir dari laman ITB, Jumat (6/2/2026).

Material ini memiliki potensi besar sebagai katalis dalam reaksi pemecahan air menjadi hidrogen dan oksigen, yang mendukung pengembangan energi bersih dan berkelanjutan.

Selain untuk katalis, material nano diterapkan dalam pengembangan membran untuk pemurnian air, sensor berbasis partikel nano emas, hingga aplikasi energi seperti sel surya.

Inovasi ini tidak hanya penting secara akademik, tetapi juga berpotensi mendukung industri kimia dan teknologi bersih di Indonesia.

“Saya sangat bersyukur ada pihak eksternal yang memberikan penghargaan seperti ini, karena itu berarti penelitian yang kita kembangkan diakui dan dihargai,” ungkapnya.

Ia mengatakan penghargaan yang ia raih merupakan bonus dari perjalanan riset panjang yang dimulai sejak masa kuliah sarjana dan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan institusi internasional seperti National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Kyushu University (Jepang), hingga kini dengan Harvard University (Amerika Serikat).

Ia menekankan pentingnya semangat dalam riset, khususnya bagi peneliti muda.

“Tantangannya tentu ada, yang klasik di kita adalah keterbatasan bahan dan fasilitas. Tapi, puji Tuhan, kami selalu mengusahakan apa yang bisa dikerjakan dengan fasilitas yang kami miliki. We make the best out of what we have. Kuncinya adalah kolaborasi dengan kolega-kolega di luar negeri. Muda itu bukan soal usia saja, tapi tentang semangat yang membara dan tidak pernah padam. Kita tidak boleh merasa kecil karena masih muda,” katanya.

Dukungan dari ITB disebutnya sebagai salah satu faktor penting dalam keberhasilan riset yang dijalani.

Lingkungan akademik yang mendorong kolaborasi dan fasilitas yang terus dikembangkan membuatnya optimistis bahwa Indonesia dapat menjadi pemain penting dalam sains material di masa depan.

Penelitiannya di bidang katalis, khususnya, diyakini akan memiliki dampak signifikan dalam lima tahun ke depan.

Mengingat lebih dari 90 persen proses industri kimia memerlukan katalis, inovasi yang efisien dan berkelanjutan di bidang ini akan membawa pengaruh besar terhadap sektor energi, lingkungan, dan manufaktur nasional.

Penulis

Seorang pemuda dengan minat terhadap banyak hal dan penuh pertanyaan dalam benaknya. Berharap mampu memberikan dampak positif melalui tulisannya.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid merespons pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke kepolisian oleh sejumlah pihak.

    Kasus Mens Rea, PKS: “Kritik Lewat Komedi Itu Vitamin Demokrasi”

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid merespons pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke kepolisian oleh sejumlah pihak. Ia menilai kritik yang Pandji sampaikan melalui pertunjukan Mens Rea berbalut komedi merupakan bagian wajar dari praktik demokrasi di ruang publik. Karena itu, Kholid meminta pihak pelapor menyikapi persoalan tersebut secara jernih dan proporsional. Ia […]

  • korupsi dana hibah

    Korupsi Dana Hibah, Kejari Karimun Tetapkan 4 Tersangka

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Kejaksaan Negeri Karimun menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun 2024. Penetapan ini muncul setelah penyidik menggelar ekspos perkara pada Rabu (19/11/2025). Kepala Seksi Intelijen Kejari Karimun Nugraha Adhi Nugroho menyatakan, penyidikan berjalan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Karimun Nomor PRIN-02/L.10.12/Fd.2/01/2025 tertanggal 17 […]

  • Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 414 Ribu Batang Rokok Ilegal

    Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 414 Ribu Batang Rokok Ilegal

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Azka Al Ath-Har
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Tim patroli laut Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan rokok ilegal di Teluk Bintan, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (3/12/2025). Bea Cukai Batam menyita sebanyak 414 ribu batang rokok ilegal. Kepala Bea Cukai Batam Zaky Firmansyah mengatakan perahu cepat tanpa nama bermesin Yamaha 2×200 PK tersebut mengangkut ribuan batang rokok tanpa pita cukai. Mengutip Antara, […]

  • Eks Wali Kota Palembang Terima Dana Proyek Cinde

    Eks Wali Kota Palembang Terima Dana Proyek Cinde

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menemukan aliran dana yang mengalir ke mantan Wali Kota Palembang Harnojoyo dalam kasus mangkraknya proyek revitalisasi Pasar Cinde. Saat ini ia menyandang status tersangka dalam kasus korupsi tersebut. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel Umaryadi, menjelaskan bahwa Harnojoyo memotong 50 persen Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) […]

  • kemlu

    78 WNI Terdampak Krisis Nepal, Kemlu Evakuasi 18 ke Tanah Air

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berhasil mengevakuasi 18 warga negara Indonesia (WNI) dari Nepal. Hal ini dilakukan karena gelombang demonstrasi masih memanas dalam beberapa hari terakhir. Menurut keterangan resmi, Tim Perlindungan WNI di Kathmandu mendampingi rombongan pertama saat meninggalkan Tribhuvan International Airport, pada Kamis (11/9/2025). Mereka dijadwalkan tiba di Indonesia pada Jumat (12/9) melalui […]

  • PW IPM Banten: SPMB Banten 2025 Kacau, DISDIKBUD harus Transparan dan Evaluasi Menyeluruh!

    PW IPM Banten: SPMB Banten 2025 Kacau, DISDIKBUD harus Transparan dan Evaluasi Menyeluruh!

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id., — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Provinsi Banten melalui Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik menyatakan keprihatinan mendalam atas pelaksanaan Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Provinsi Banten Tahun 2025 yang sarat dengan kekacauan. Sistem yang seharusnya menjadi jalan masuk bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan secara adil dan merata justru diwarnai dengan ketidakpastian, […]

expand_less