Breaking News

Santri Tanpa Masjid

  • account_circle Sayida
  • calendar_month Kam, 1 Jan 2026

menalar.id,. – 22 Oktober telah menjadi hari istimewa bagi santri di penjuru Tanah Air. Negara menyatakannya sebagai Hari Santri. Bukan Hari Kyai, Hari Pesantren, dan Hari Kitab Kuning atau istilah lain. Ini merupakan satu-satunya Hari Santri di dunia. Kendati di negara-negara lain terdapat tradisi santri atau pesantren yang serupa, misalnya di Dar al-Ulum Deoband India, Hawzah Qum Iran dan sebagainya, namun mereka tidak punya Hari Santri sebagai momentum dan identitas sosiologis mereka.

Bagi yang memahami perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, Hari Santri memang wajib diakui entitasnya. Penolakan atas Hari Santri itu sama dengan penegasian kontribusi umat Islam (kaum terpelajar, khususnya santri) atas sejarah perjuangan dan pengorbanan ulama, kyai dan murid-muridnya dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sebagaimana disebutkan Zamakhsyari Dhofier (1994), seseorang dikatakan santri apabila hidup berada dalam pesantren. Dan sebuah lembaga pendidikan Islam disebut pesantren jika di dalamnya terdapat kyai, kitab kuning, asrama (pesantren), santri dan masjid.

Lima unsur atau kriteria pesantren tersebut sebenarnya equal dengan pendidikan modern ala Barat, minus kyai dan masjid. Sekolah-sekolah Kristen dan Katholik sekalipun, di dalam lingkungan pendidikannya tidak terdapat pendeta atau pastur dan gereja.

Adapun, di lembaga-lembaga pendidikan Islam modern dapat dipastikan ada masjid, tetapi tidak ada kyai. Dalam konteks sosiologis, kyai mirip dengan guru. Namun, pada aspek filosofis mistis dan pedagogis, kyai sangat berbeda kedudukan, peran, dan fungsinya dengan guru ataupun dosen pada perguruan tinggi.

Sebenarnya, sebelum dunia pesantren tumbuh berkembang, eksistensi kyai dan masjid sudah ada pada setiap kelompok sosial masyarakat Islam. Dua entitas inilah yang menjadikan masyarakat tradisional hidup rukun, aman dan nyaman. Mereka menjadikan kyai sebagai sumber otoritas ilmu pengetahuan dan kebenaran. Adapun masjid dijadikan sebagai tempat menyelesaikan masalah-masalah sosial keagamaan dan menggali ilmu pengetahuan.

  Ibarat kyai dengan masjid itu dalam dunia pertanian itu seperti antara petani dengan sawah atau ladangnya. Mati atau tidaknya sawah dan subur atau tidaknya tanaman tergantung petani dan tingkat kesuburan tanahnya. Tanah yang subur pun tergantung kepiawaian petani dalam mengolah tanah.

Fakta-fakta tersebut meneguhkan, bahwa kyai dan masjid mempunyai peran sentral dan signifikan dalam membentuk manusia-manusia unggul. Kyai dalam pandangan teososiologis adalah sumber, kiblat ilmu pengetahuan dan teladan amal saleh bagi santri dan masyarakat. Nabi Muhammad SAW memposisikan para kyai sebagai warasat al-anbiyâ. “Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi (H.R. Abu Dawud: 3641, al-Tirmidzi: 2682, Ibn Majah:223, dan lain-lain).

Adapun masjid merupakan ruang di mana seorang manusia menjadi hamba Allah SWT yang dekat dengan Tuhannya. Ia adalah tempat paling sakral, suci, dan istimewa di bumi. Secara subtansial, masjid merupakan bait Allah (Rumah Allah). Bait Allah yang asli hanyalah Ka’bah yakni Masjid al-Haram Mekkah. Adapun masjid-masjid yang lain adalah replikasi atau duplikasinya.

Orang berilmu (‘alîm) diberi gelar ulama atau kyai karena dirinya selalu hadir di masjid. Tanpa, (hadir di) masjid, orang berilmu tidak disebut kyai dalam pengertian filosofis. Dan, fakta empirisnya hanya orang ‘alim yang senantiasa hadir di masjid dan di hati masyarakat itulah yang disebut kyai.

Setelah sekian ratus tahun pesantren berdiri dan jutaan santri dilahirkan, sekarang ini terdapat gejala dan fenomena yang anomali. Saat ini tidak sedikit santri yang kehilangan kyai dan masjid. Ironisnya lagi, banyak pula santri yang jadi ilmuan, tetapi tidak mencapai derajat kyai disebabkan ia tidak (hadir) di masjid.

Fenomena dan gejala tersebut sekarang ini terjadi dengan para ilmuan Muslim Indonesia kotemporer. Dampaknya, banyak ilmuan lahir dari pesantren, ma’had, perguruan tinggi Islam, dan lain-lainnya kurang atau tidak memberi fibrasi sosial politik, ekonomi, dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Dan, pada sisi lain sekarang banyak masjid tidak lagi menjadi sumber ilmu pengetahuan, hikmah dan lahirnya peradaban. Hari ini peradaban muncul di mal, kafe, restoran, perbankan, bandara, dan sebagainya. Bangunan-bangunan atau ruang-ruang tersebut terkesan megah dan indah. Tetapi, ini semua peradaban fisik yang tak memberi makna bagi jiwa manusia. Tuhan tidak pernah “dihadirkan” atau dipanggil di tempat-tempat itu. Bahkan, kehadiran Tuhan tidak diinginkan. Peradaban-peradaban fisik seperti itu sebelumnya juga pernah dibangun dan dibanggakan oleh bangsa Romawi, Persi dan orang-orang Barat hari ini.

Di tengah sengakrut marut geopolitik yang kusut, bumi yang panas akibat deforestasi dan pembalakan liar yang ganas, Indonesia dan dunia sekarang ini membutuhkan santri-santri yang senantiasa jiwanya hadir di masjid dan menjadikan seluruh penjuru bumi menjadi ruang bersujud, tunduk dan patuh hanya mengagungkan nama Allah sebagai Pemilik alam, sehingga kehidupan menjadi aman, tentram dan nyaman.

  • Penulis adalah Saifudin, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  • Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.

Penulis

Memimpin tim redaksi dengan fokus pada pemberitaan akurat, mendalam, dan memancing nalar pembaca. Fokus di rubrik nasional, ekonomi, dan hukum

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tongkonan Ka’pun Usia 300 Tahun Dibongkar, Eksekusi Picu Bentrok Warga-Aparat

    Tongkonan Ka’pun Usia 300 Tahun Dibongkar, Eksekusi Picu Bentrok Warga-Aparat

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Tongkonan Ka’pun yang telah berdiri sekitar tiga ratus tahun bersama enam lumbung, dua rumah adat Toraja, dan satu rumah semi permanen di Kelurahan Rante Kurra, Kecamatan Kurra, Kabupaten Tana Toraja kini rata dengan tanah. Eksekusi dilakukan pada Jumat (5/12/2025) berdasarkan surat Pengadilan Negeri Makale Nomor W22-U10/1080/HPDT/12/2025 yang ditandatangani Ketua PN Makale Medi Rapi […]

  • Parpol Tanggapi Wacana Pilkada Tak Langsung

    Parpol Tanggapi Wacana Pilkada Tak Langsung

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali jadi perbincangan, setelah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin melempar ide dua pola pemilihan kepala daerah. Gagasan serupa sebelumnya juga pernah disuarakan Presiden Prabowo Subianto dan didukung beberapa politikus dari Koalisi Indonesia Maju. Menurut Cak Imin, pemilihan gubernur dan wakilnya bisa dilakukan oleh […]

  • Pemilihan Ketua Umum PSI, Serba-serbi dan Kejutan

    Pemilihan Ketua Umum PSI, Serba-serbi dan Kejutan

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merampungkan proses pemungutan suara hari pertama untuk calon ketua umum dalam pemilihan raya partai, Sabtu ( 12/7/2025) dan masih berlangsung hingga (18/7) mendatang. Ketua Steering Committee Kongres PSI Andy Budiman, menyampaikan bahwa hasil sementara menunjukkan nama Ronald Aristone Sinaga alias Broron berada di posisi teratas. Ia unggul dari dua kandidat […]

  • Kejati DIY Tahan 3 Tersangka Korupsi Kredit Fiktif, Negara Rugi Rp3 M

    Kejati DIY Tahan 3 Tersangka Korupsi Kredit Fiktif, Negara Rugi Rp3 M

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menahan tiga tersangka kasus korupsi kredit fiktif salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pada Kamis (4/12/2025). Ketiga tersangka berinisial PAW sebagai pegawai bank pada 2021–2023, SNSN sebagai pegawai bank pada 2023–2024, dan SAPM sebagai agen mitra Ultra Mikro. Melansir Antara, Kepala Seksi Penerangan Hukum […]

  • Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi, menyampaikan kesiapannya terhadap arahan politik Presiden Prabowo Subianto.

    Budi Arie Siap Ikut Arahan Prabowo, Termasuk Gabung Gerindra

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi, menyampaikan kesiapannya terhadap arahan politik Presiden Prabowo Subianto. Termasuk apabila diminta bergabung dengan Partai Gerindra. Pernyataan ini disampaikan Budi Arie usai menghadiri sebuah acara kenegaraan di Istana Negara, Rabu (7/8/2025). “Kalau diperintah Pak Presiden, kami siap. Kami tegak lurus kepada Presiden,” ujar Budi Arie kepada […]

  • cpu

    Publik Dilarang Akses, KPU Rahasiakan 16 Dokumen Capres-Cawapres

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU), menerbitkan aturan baru dengan menetapkan sejumlah dokumen persyaratan pencalonan presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) sebagai informasi publik yang dikecualikan. Total ada 16 jenis dokumen yang tidak bisa diakses publik, termasuk ijazah para kandidat, Senin (15/9/2025). Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan KPU RI Nomor 731 Tahun 2025 tentang Penetapan […]

expand_less